friends · saying goodbye

Eulogi untuk Seorang Sahabat

Hari ini saya kehilangan seorang teman.

Saya kenal Andree saat mengulang mata kuliah Kimia Dasar. Waktu itu di kelas kami hanya ada 10 orang dan saya satu-satunya angkatan 2003 yang mengulang, mahasiswa lainnya angkatan 2004. Dia orang pertama yang mengajak saya mengobrol di kelas itu. Dia adalah orang pertama dari angkatan 2004 yang menjadi teman saya. Dia ramah dan periang. Kerap kali jadi korban celaan teman-teman karena dua huruf berulang di belakang namanya: ee.

Andree adalah teman penelitian saya dan Mela. Kami bertiga saling membantu karena kami sesama pengguna teknik ARDRA. Suka duka drama E. coli yang entah kontam atau gagal transformasi sudah jadi makanan kami sehari-hari. Di sela menunggu elektroforesis yang bisa mencapai 2.5 jam, kami sering makan siang bersama di Kinotaki Plaza Semanggi yang lokasinya memang hanya selemparan kolor dari Atma. Menu favorit kami nasi ayam mayonnaise yang nama tepatnya saya tidak ingat, tapi yang jelas kami berdua sering mengeluh karena sejak kami mulai penelitian hingga selesai, porsi ayam yang diberikan kian bertambah sedikit.

Soe Hoek Gie pernah mereferensi pandangan seorang filsuf Yunani dalam tulisannya,

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua.”

Semoga ini benar adanya bagi Andree.

Selamat jalan temanku. I hope you had lived a full life.

andree2

Advertisements

3 thoughts on “Eulogi untuk Seorang Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s